<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: ini untukmu,teman..</title>
	<atom:link href="http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/</link>
	<description>sepenggal kisah hidup..</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 07:03:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: dadE</title>
		<link>http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-44</link>
		<dc:creator>dadE</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2006 22:04:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-44</guid>
		<description>waaah respon yang positif banget dhis..!! senang saya membacanya ^_^ yah inilah dhis yang dinamakan kehidupan "Penuh rintangan di depan dan kita mesti bisa melewati itu semua dengan kemampuan yang kita punya" Gluck with ur LOVELIFE!!
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaah respon yang positif banget dhis..!! senang saya membacanya ^_^ yah inilah dhis yang dinamakan kehidupan &#8220;Penuh rintangan di depan dan kita mesti bisa melewati itu semua dengan kemampuan yang kita punya&#8221; Gluck with ur LOVELIFE!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 'DHISSSA</title>
		<link>http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-43</link>
		<dc:creator>'DHISSSA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2006 11:46:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-43</guid>
		<description>mencoba untuk menjadi satu,,,

Potongan dari perjalanan yg sangat amat sulit... walaupun terkadang, egois, tidak peka, dan terbilang 'saya.. bukan anda ataupun kamu'.. tapi, kita menjalankannya bersama, menghadapi semuanya yg ada didepan mata kita dengan tangan terbuka. dengan senyum dan lapang hati. mungkin itu yang membuat kita terus berjalan demi memcapai kata 'SATU' itu... mungkin kadang kami berhenti, menangis, menyesal,memberontak atau bahkan terpana sampai lupa atau tidak memperdulikan siapapun. Hanya dengan satu kata 'setia', apakah mungkin itu akan membentuk kata 'SATU'?? apa satu itu? sampai sekarangpun tak tahu... karena kami-kita-anda-ataupun saya pun belum tahu apa wujud dan rasanya..

Pertemuan yang tidak mengharapkan perpisahan...
jika kami mau, maut pun tidak akan sanggup dan tidak akan kami ijinkan untuk mengubahnya.. tetapi kami hanya berjalan mengikuti alur ceritaNya.. dan kami hanya peran yg harus bermain di bukuNya..

Semua itu penuh harapan dan bertujuan satu.
untuk selalu disampingnya... harapan yang mungkin harus kami cari, karena tak ada sama sekali jika kita tidak mau menaruhnya di dalam diri kita.. atau harapan kami yang hilang dulu karena cerita yang kami tidak inginkan sama sekali.. dan semua berubah kearah yang kami harapkan. kearah yang lebih baik. karena kami sudah menemukan harapan itu, berusaha untuk selalu di sampingnyaa...


Perjalanan yang masih sangat jauh.. menguatkan kami.. untuk tetap saling memopoh satu sama lain... sampai ke akar hati. karena kami sama sekali tidak tahu kapan kami terjatuh dan kapan kami diberi buaian atau hanya terus menerus diberi harapan tanpa kami tahu apakah smuanya berjalan sesuai yg kami mau...
tetapi akan terasa indah jika kau menikmatinya... indah jika kehilangan hanya kami anggap sebagai kedatangan. bencana kami anggap manisan hidup dan pengkhianatan atau kemunafikan kami ibaratkan sebuah kasih sayangNya...

.terus berusaha untuk saling bersama...





</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mencoba untuk menjadi satu,,,</p>
<p>Potongan dari perjalanan yg sangat amat sulit&#8230; walaupun terkadang, egois, tidak peka, dan terbilang &#8217;saya.. bukan anda ataupun kamu&#8217;.. tapi, kita menjalankannya bersama, menghadapi semuanya yg ada didepan mata kita dengan tangan terbuka. dengan senyum dan lapang hati. mungkin itu yang membuat kita terus berjalan demi memcapai kata &#8216;SATU&#8217; itu&#8230; mungkin kadang kami berhenti, menangis, menyesal,memberontak atau bahkan terpana sampai lupa atau tidak memperdulikan siapapun. Hanya dengan satu kata &#8217;setia&#8217;, apakah mungkin itu akan membentuk kata &#8216;SATU&#8217;?? apa satu itu? sampai sekarangpun tak tahu&#8230; karena kami-kita-anda-ataupun saya pun belum tahu apa wujud dan rasanya..</p>
<p>Pertemuan yang tidak mengharapkan perpisahan&#8230;<br />
jika kami mau, maut pun tidak akan sanggup dan tidak akan kami ijinkan untuk mengubahnya.. tetapi kami hanya berjalan mengikuti alur ceritaNya.. dan kami hanya peran yg harus bermain di bukuNya..</p>
<p>Semua itu penuh harapan dan bertujuan satu.<br />
untuk selalu disampingnya&#8230; harapan yang mungkin harus kami cari, karena tak ada sama sekali jika kita tidak mau menaruhnya di dalam diri kita.. atau harapan kami yang hilang dulu karena cerita yang kami tidak inginkan sama sekali.. dan semua berubah kearah yang kami harapkan. kearah yang lebih baik. karena kami sudah menemukan harapan itu, berusaha untuk selalu di sampingnyaa&#8230;</p>
<p>Perjalanan yang masih sangat jauh.. menguatkan kami.. untuk tetap saling memopoh satu sama lain&#8230; sampai ke akar hati. karena kami sama sekali tidak tahu kapan kami terjatuh dan kapan kami diberi buaian atau hanya terus menerus diberi harapan tanpa kami tahu apakah smuanya berjalan sesuai yg kami mau&#8230;<br />
tetapi akan terasa indah jika kau menikmatinya&#8230; indah jika kehilangan hanya kami anggap sebagai kedatangan. bencana kami anggap manisan hidup dan pengkhianatan atau kemunafikan kami ibaratkan sebuah kasih sayangNya&#8230;</p>
<p>.terus berusaha untuk saling bersama&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 'DHISSSA</title>
		<link>http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-42</link>
		<dc:creator>'DHISSSA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2006 11:39:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-42</guid>
		<description>**terus berusaha untuk saling bersama**




maaf salah ;p
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>**terus berusaha untuk saling bersama**</p>
<p>maaf salah ;p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 'DHISSSA</title>
		<link>http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-41</link>
		<dc:creator>'DHISSSA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2006 11:35:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dadeirma.blog.friendster.com/2006/06/ini-untukmuteman/#comment-41</guid>
		<description>*hehe,,  gw cuma bisa nambahin itu.. ;p maaf yaa kalo jadinya jelek x)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*hehe,,  gw cuma bisa nambahin itu.. ;p maaf yaa kalo jadinya jelek x)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
